“Dari apa yang kita punya dan kita bisa, kita bhaktikan untuk mendapat cinta-Nya”

Sebuah tag line yang mendengung sejak gemuruh melanda Yogya telah menggetarkan hati seorang Dafi Tawon untuk dapat bermanfaat bagi sesamanya.

Tak perlu menjadi orang baik sekali untuk mengajak orang berbuat terpuji. Tak usah menunggu jadi profesor untuk sekedar mengajari anak tentang dunia. Atas dasar itu pula, Dafi Tawon ingin berbagi dan menjawab segala tanya dari pecinta blog ini semampunya.

Atas nama cinta.

NB: Mohon jika ingin bertanya silakan menuliskannya di blog saya yang baru http://firman.web.id, atau link lebih tepatnya klik di sini. InsyaAlloh akan saya jawab semmampu saya.

Jawaban pertanyaan pada comment di sini, juga akan dijawab di sana.

Atas pemaklumannya, saya ucapkan terima kasih.

18 Tanggapan ke “tANya-jAWab PsiKoloGi”


  1. 1 sang pemimpi Mei 1, 2008 pukul 11:48 am

    mo tanya ni pak!

    sbenarnya arti psikologi sendiri itu apa c???

  2. 2 ranintya Mei 12, 2008 pukul 9:40 am

    aslmkm, fie stres tuh sbnrnya apaan sih?
    apa tuh indikasi kalo kita gak bisa bersyukur..
    positif ataw negatif? makasih

  3. 3 ari Juni 15, 2008 pukul 11:47 pm

    ass..
    sbnrnya les kepribadian itu bisa berpengaruh ga siy bwt kepribadian qta??sbnrnya les kepribadian itu untuk apa y?

  4. 4 amd_cool Juni 16, 2008 pukul 1:08 pm

    emang ada lesnya ya? :-o

  5. 5 dafitawon Juni 17, 2008 pukul 2:15 am

    buat Ari, besok salamnya ditulis lengkap aja ya :) Singkatan salam yang Ari buat dalam bahasa lain, artinya kurang positif, bisa dicek sendiri di kamus

    jawaban:
    sebenarnya, ini kali pertama saya mendengar istilah “les kepribadian”. Saya coba googling, dan simpulan saya, les kepribadian itu merupakan sarana untuk memperoleh kepribadian yang diinginkan oleh empunya pribadi.

    Perlu diketahui, bahwa dalam psikologi kepribadian, tidak dikenal dimensi evaluatif, ini kepribadian baik, itu kepribadian buruk. KIta mesti menerima semua kepribadian orang itu apa adanya.

    Tapi, itu pendapat psikologi yang notabene sekuler lho. Kalau pribadi saya tetap meyakini bahwa kepribadian itu dapat dinilai baik-buruknya. Dalam Islam, kepribadian itu bisa dikatakan sebagai akhlak.

    Pun demikian, yang ada dalam psikologi kepribadian, adalah dimensi sehat dan tidak sehat. Pribadi tidak sehat itu disebut neurotik, orang-orang yang tidak bisa / kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Nah, orang-orang neurotis itulah yang kemudian berusaha diubah perilakunya menjadi perilaku sehat mental. Usaha pengubahan perilaku tersebut dikenal dengan istilah psikoterapi. Ada banyak cara dan metode psikoterapi.

    Barangkali les kepribadian itu adalah istilah orang awam saja untuk menyebut psikoterapi.

    Mengenai berpengaruh atau tidaknya, itu relatif. Memang banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa psikoterapi itu manjur. Tapi, semua itu tergantung dari pribadi masing-masing.

    Seorang dosen senior, Kwartarini, Ph.D, mengatakan bahwa ada 2 syarat orang untuk ’sembuh’ dalam hal ini diartikan menjadi sehat mental, yaitu:
    1. willingness, kemauan
    2. readiness, kesiapan

    Semoga bermanfaat, terimakasih
    —————————————————————
    referensi:

    Alwisol. edisi revisi. Psikologi Kepribadian. UMM Press.

    Hall, C.S. dan Lindzey, G. Psikologi Kepribadian 1. diterjemahkan Supratiknya. Yogyakarta: Kanisius.

  6. 6 AJ Juli 14, 2008 pukul 2:42 pm

    Assalaamu’alaikum,

    Kang Dafi, saya AJ, 34 tahun, Indonesia.
    saat ini saya sadari saja mengalami stress pasca trauma. baru beberapa bulan silam saya ketahui Isteri saya selingkuh. itupun saya tahu dari isteri selingkuhan saya, istri saya tidak memungkiri. Saya sangat sakit hati, seolah-olah dia nantang, kalo ia selingkuh, emang mau apa? selalu itu yang dia jawab. Saya sudah konfirmasi langsung dengan lelaki itu. Dan dia berkilah, hubungan mereka hanya terjadi di dunia maya (lewat chating dan e-mail). yang sangat bikin kecewa dan menimbulkan pertanyaan terus adalah menurut istrinya, mereka sudah berkirim photo-photo tidak senonoh dan dia yakin mereka pernah ketemuan. saya tanya lagi isteri saya dan lagi-lagi dia menjawab dengan berbelit-belit dan ujungnya mengakui tapi kemudian bilang bahwa dia mengiyakan sekedar ingin tahu reaksi saya.
    Saya merasa sangat tidak berharga, rendah diri dan tertekan. perlu diketahui, saya menderita suatu sindrom yang disebut Kallman syndrome, dan keadaan saya itu yang menjadi justifikasi isteri saya u/ selingkuh.
    Saat ini kami memang masih bersama, dan berniat memperbaiki perkawinan kami tapi saya masih belum bisa melupakan masalah ini, dan saya belum mema’afkan dengan sepenuhnya, saat sendiri sering membayangkan bagaimana mereka chating, topik yang “panas” bagaimana mereka bertemu dan hal-hal menjijikan lain dan seringkali saya bermimpi saya membalas dendam (terutama pada lelaki jahanam itu, saya sering bermimpi membunuh laki-laki itu, dengan beratus cara yang kejam). Saya sadari, kondisi psikologis saya sedang tidak sehat.
    Yang ingin saya tanyakan adalah. Dalam perspektif hukum islam apa yang harus saya lakukan (insya alloh kang dafi berkompeten menjawab.) kemudian. bagaimana menyiasati stress pasca trauma ini ? menurut akang, apa yang sebaiknya saya lakukan ? terus bertahan dengan kondisi seperti ini atau bercerai saja ? tidak ada yang tahu kejadian ini, jadi saya tidak bisa konsultasi ke keluarga atau siapapun. (ma’af identitas saya juga dirahasiakan)

    • 7 dewi Juni 3, 2009 pukul 9:38 am

      dear mas aj,mas dafi…

      reply saya disini hanya untuk minta info alamat email mas aj,karena saya jg menderita kallmann syd dan saat ini saya sedang ditangani oleh dokter spc obsgy endokrinologi , mungkin saya bisa sharing mengenai kallmann syd dg mas aj,dengan begitu mungkin saja bisa diperoleh info u/ kesembuhan masing2.mohon bantuannya.trims.

  7. 8 dina Juli 23, 2008 pukul 12:28 pm

    saya mempunyai anak usia 5 tahun, suatu hari anak saya menemukan kaset VCD porno di kamar saya, dan saya kaget saat saya pulang kerja, anak saya bertanya tentang apa yang dia lihat di kaset tersebut, saya shock saat dia menanyakan ” kok maaf ( titit) nya di jilat-jilat”, mohon beri solusi jawaban apa yang harus dijelaskan ke anak saya agar anak saya lupa atau mengerti tentang kaset tersebut

  8. 9 Rahma Agustus 22, 2008 pukul 2:18 pm

    Assalamu’alaikum,
    Saya mahasisiwi tingkat 3, anak ke dua dari tiga bersaudara. Akan tetapi mengingat kakak saya masih dalam masa pendewasaan sehingga tanggung jawab dan permasalahan keluarga lebih banyak saya yang tahu. Saat ini saya merasa bingung sekali bagaimana menyikapi pikiran kedua orang tua saya yang sangat jauh berbeda baik dalam mengatur keuangan keluarga, cara mendidik anak, mereka memiliki pandangan yang berbeda tanpa pernah membicarakan hal-hal tersebut secara terbuka. Kedua orang tua saya sama-sama menyimpan keluh-kesah sendiri-sendiri sehingga nampak seperti mereka tinggal satu atap hanya karena terikat ikatan nikah dan anak. Karena keduanya hanya sibuk dengan pikiran dan prasangka masing-masing. Dalam pandangan bapak, ibu sudah terlihat lelah mengabdi pada suami padahal yang saya tahu ibu sudah berusaha sekuat tenaga agar bisa menyenangkan hati bapak, akan tetapi di mata bapak selalu saja ada yang salah dan kurang karena bapak sendiri tidak pernah mengatakan apa yang bapak mau. Sampai-sampai bapak pernah nyeletuk menyesal menceraikan istri keduanya(karena dulu bapak pernah punya istri kedua). Yang saya ingin tanyakan bagaimana caranya agar kedua orangtua saya bisa sama-sama terbuka, kalaupun tidak bagaimana cara yang baik untuk menjadi fasilitator bagi kedua orang tua saya?kata-kata apa yang sebaiknya saya gunakan untuk memulai percakapan?karena saya sangat takut sekali menyinggung perasaan keduanya jika saya sampai salah kata. Mohon jawabannya, Terimakasih!

  9. 10 azharimd Agustus 27, 2008 pukul 8:05 am

    kang dafi mana nih tanggapanya?

  10. 11 taslim Oktober 16, 2008 pukul 9:03 am

    assalamwaalaikum

    saya mau tanya istilah untuk orang yang punya karakter yang saya sebutkan di bawah ini.
    kalau orang yang punya karakter marah pada seseorang dan tidak ada kata maaf untuk orang itu karena orang itu disakiti terlebih dahulu da pada saat marah kepada seseorang cenderung diam dan tidak mau berkomunikasi diakbatkan benci yang amat sangat

    apa istilah untuk kasus seperti itu?

    terima kasih sebelumnya :)

  11. 12 Prito Oktober 17, 2008 pukul 8:18 pm

    Bagaimana cara mempengaruhi anak utnuk membeli sepeda mini?

  12. 13 Lex dePraxis Desember 9, 2008 pukul 9:14 am

    Nice entry. Kunjungan pertama minggu ini, met kenal. Will visit again, someday.. ;)

    Solusi Romansa #1 di Indonesia

  13. 14 vyna Desember 20, 2008 pukul 2:35 pm

    saya punya cita-cita pengen jadi psikolog. pengeeeen banget, saya tertarik banget sama yang ada hubungannya dengan psikologi, tapi kata mama aku prospek kedepannya kayaknya kecil, soalnya di Indonesia secara di timur ini psikolog itu nggak terlalu di butuhkan… tanggapan nya gimana?? biar saya juga bisa bilang ke mama…

  14. 15 sastra Januari 7, 2009 pukul 12:08 am

    Malam pak!!!!!
    Bagaimana menyikapi suasana yang tidak kondusif di dalam lingkungan kerja??

  15. 16 dafitawon Januari 7, 2009 pukul 9:01 am

    @ vyna
    jawaban sudah saya tulis di blog saya http://firman.web.id
    tepatnya di
    http://firman.web.id/tanya-jawab-psikologi/

    @ sastra
    malam
    sastra yang budiman, jawaban akan saya tulis di web saya, link sama seperti di atas
    http://firman.web.id/tanya-jawab-psikologi/

  16. 17 Ardy Maret 25, 2009 pukul 5:00 pm

    Mau nanya pak..

    saya ada teman yang kalo cerita sangat bersemangat sekali menceritakan teman2 nya yang udah berhasi, kaya, dll.

    bisa di jelaskan tipe orang seperti ini.

  17. 18 ayurachmawati April 4, 2009 pukul 12:22 pm

    Assalamu’alaik…….
    saya mahasiswa semester4 di suatu universitas di Semarang……..
    anak ke lima dari sembilan bersaudara……
    maaf sebelumnya, biasanya anda di panggil dengan sebutan kang ya………
    kang dafi saya punya adik 4 orang,dan saya bingung sekaligus khawatir dengan adik saya yang terakhir,

    begini..
    adik saya itu kelas 3 SD, dy sulit sekali untuk diajak belajar…….
    sukanya pergi main, sering di nasehati jua pun masih tetep ja bandel, nah yang ingin saya tanyakan……
    apakah kebandelan dan kenekatan adik saya ini karena pendidikan yang keras dalam keluarga saya,
    soalnya kaka’ saya mendidik adik saya ntu keras, kadang lo adik saya sering maen,dy kadang di pukul oleh kaka’ saya atau dimarah-marahi….
    kalo mang itu benar, mungkin dari kang dafi sendiri mempunyai solusinya dalam masalah ini??

    terimakasih…

    Wassalamu’alaikum…….

    apaka


Tinggalkan Balasan




My Photo

skema perubahan

untuk diupload firman sakit yang kedua

DSC00006

DSC00008

firman sakit untuk diupload

More Photos
who's online
Palestine Blogs - The Gazette