Judul di atas kiranya tepat untuk mengabarkan kepada semua orang yang bertanya, “Benarkah harapan itu masih ada?” Pun jua bagi orang yang memandang sebelah mata, bahkan rendah dan kotor tentang percaturan politik di Indonesia. Tidak semua, masih ada yang bersih, insyaAllah.
Berawal dari omongan teman tentang buku bagus yang sangat inspiratif, “Bukan di Negeri Dongeng”, saya pun mencoba mencarinya di toko-toko buku yang ada di Yogyakarta. Sayang buku cetakan lumayan lama itu sudah habis. Kecewa rasanya. Kemudian tak sengaja, ketika sedang neting, saya kepikiran untuk googling ebooknya. Alhamdulillah, ketemu
.
Benar saja kata kawan-kawan saya, buku ini bagus dan sangat menyentuh. Ketika membaca ebook tersebut, tak henti-hentinya diri ini terpaku, terpana melihat kesholehan kader-kader dakwah. Bahkan sangat-sangat terharu. Luar biasa! Bisa teman-teman bayangkan, di tengah banyaknya uang masuk lantaran jadi anggota DPR, tetap tidak menggoyahkan iman seseorang untuk beramal. Di kala kecacatan ada pada tubuh, selalu ada semangat untuk membantu sesama. Saat orang lain puas hanya dengan diberi materi, maka beliau yang satu ini tak meminta materi apapun, kecuali keselamatan untuk umat.
Subhanallah, sungguh suatu nikmat bagi kaum ini, di tengah gersangnya kesantunan akhlak, masih ada orang-orang yang senantiasa berjuang di jalan-Nya. Tidak berlebihan bila salah satu penulisnya, Helvy Tiana Rosa, memberikan judul tersebut pada buku ini. Semoga Allah merahmati mereka semua. Aamiin.
Ingin ebooknya? Silakan klick di sini.
–DaFiTawON–






Iklan, iklan
Btw ketoke ada sahabat yang pernah nulis artikel bout negeri dongeng ini di blognya.
Siapa lagi kalau bukan ………….
Hihihihihihi
orang yang menginspirasi saya untuk mencari buku “Bukan di Negeri Dongen” itu adalah sang kakak kelas saya yang tentu Antum juga sudah tahu
Kakak kelas saya (lain lho) sudah sejak kelas 2 SMA meminjamkan buku ini untuk diputarkan
woi2, jangan buka kedok di sini!!!!
saya kuliah di psikologi akh .. bukan di kedok-teran
sampe skarang pun gak tau bukuku yg itu muter kmana ja? hohoho
aduh kasihan banget ana … jadi inget, pernah teman satu liqo-an menasehati bahwasanya jangan sampai jadi aktivis itu kalau pinjem buku balikinnya luaaaammaaaa banget. Adab minjam meminjam itu kan benar satunya adalah segera mengembalikan bila telah selesai …