SAD, Kurang sinar MATAHARI bikin DEPRESI

Bila kita mau jeli mengamati perilaku manusia pada musim penghujan, maka kita akan menemui fenomena bahwa pada musim itu, orang-orang cenderung murung dan akan pulih kembali tidak lama setelahnya. Selain itu, kita juga akan melihat fakta bahwa pada musim tersebut, orang-orang rentan terkena flu, batuk, dan penyakit musiman lainnya. Ada apa gerangan?

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa sinar matahari yang masuk ke mata memiliki efek terhadap suasana perasaan dan emosi (mood) manusia. Kekurangan sinar matahari akan membuat kita merasa murung, pesimis, dan gejala depresi lainnya. Pada taraf tertentu, fenomena tersebut disebut Seasonal Affective Disorder (SAD).

Penderita SAD biasanya berumur 18-30 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga dari empat penderita SAD adalah perempuan. Di Amerika Serikat, penderita SAD mencakup 10-20% dari populasi. SAD ini cukup berbahaya. Dr. Douglas Jacobc, Pimpinan Eksekutif “Screening for Mental Health” dan Professor Ilmu Kejiwaan di Havard Medical School, mengatakan bahwa penderita SAD berpotensi melakukan bunuh diri.

PENYEBAB

Beberapa peneliti mengatakan bahwa berkurangnya jumlah sinar matahari pada bulan tertentu akan mengganggu “cicardian rhytem.” Cicardian rhytem adalah proses fisiologi yang membantu regulasi jam biologis, yaitu mekanisme yang menyebabkan kita tahu kapan waktu kita untuk tidur dan untuk bangun. Gangguan pada jam biologis akan membuat orang depresi.

Suasana perasaan mempengaruhi kadar serotonin, zat anti bodi dalam darah. Depresi akan menurunkan kadar serotonin. Dengan demikian, orang yang mengalami depresi rentan terjangkit penyakit. Itulah sebab kenapa orang SAD cenderung mudah sakit.

GEJALA

Adapun gejala yang ditunjukkan orang dengan gangguan SAD adalah

  1. Depresi: merasa bersalah, kehilangan semangat, apatis, kehilangan self esteem
  2. Kecemasan (ansiety): tekanan dan ketidakmampuan menghadapi stess
  3. Perubahan mood: terjadi perubahan mood secara ekstrim
  4. Gangguan Tidur: sulit tidur nyenyak dan ngantukan
  5. Merasa capek dan tidak mampu menjalankan rutinitas normal
  6. Banyak makan, cenderung yang manis, sehingga berpotensi menambah berat badan
  7. Malas bersosialisasi
  8. Kehilangan gairah seksual

Gimana? Merasa? Untuk treatmentnya, besok akan saya up date lagi.

Bersyukur kita hidup di daerah tropis. Matahari hobi melihatkan wajahnya.

–DaFiTawON–

——————————————————–———————————————————————————-referensi:

http://www.jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=080226204217&offx=7

http://www.dexa-medica.com/newsandmedia/news/detail.php?idc=2&id=207

http://www.nmha.org/go/sad

http://www.mayoclinic.com/health/seasonal-affective-disorder/DS00195/DSECTION=3

http://www.mayoclinic.com/health/seasonal-affective-disorder/DS00195/DSECTION=1

6 Tanggapan ke “SAD, Kurang sinar MATAHARI bikin DEPRESI”


  1. 1 pengaggum_qhachan Juni 11, 2008 pukul 10:14 am

    wuih, bner tuh, kalo pas mendung saya bwaanya, murung, tdk smangat dan sbgainya.
    apakah saya SAD?

  2. 2 naruto Juni 12, 2008 pukul 12:26 pm

    ternyata selain ada vitamin D nya, bisa mencegah depresi juga ya…

  3. 3 namakuverdika Juni 18, 2008 pukul 10:32 am

    jadi psikologi kedokteran ni….kyakyakya……

  4. 4 numpangmamomon Juni 24, 2008 pukul 10:13 am

    emmhh,, SAD bukannya Separation Anxiety Disorder??

  5. 5 dafitawon Juni 26, 2008 pukul 6:12 am

    Numpangmamomon, kalo yang itu gak tahu, tapi yang kami pelajari, SAD itu Seasonal Affective Disorder. :)

  6. 6 ndilalahe Juli 5, 2008 pukul 1:46 pm

    pengagum qhachan???? aku tau siapa kamu…


Tinggalkan Balasan




My Photo

skema perubahan

untuk diupload firman sakit yang kedua

DSC00006

DSC00008

firman sakit untuk diupload

More Photos
who's online
Palestine Blogs - The Gazette