Dulu saya sebel banget dengan orang IT yang sedang berada di depan komputer. Pasalnya, ketika sudah berposisi seperti itu, kebanyakan dari mereka akan mengacuhkan keadaan sekitar. Mereka akan asyik otak-atik komputer, nge-net, nge-game, dll. Mereka mulai sulit diajak bicara, ga fokus, dan akan sering berkata “Sik, sik!”
Yang membuat saya tambah ga ngeh, mereka kadang eksklusif. Cuman bisa berkomunikasi dengan orang yang minimal ‘sederajat’ dengan mereka. Dan ketika saya yang papa ini bertanya dan meminta diajarin, biasanya mereka cenderung males ngajari dan berkata yang intine wegah lah. Baru saat ini, saat saya mulai donk dengan komputer baru tanggapan mereka lebih positif.
Perasaan saya bahwa orang-orang seperti di atas itu cenderung egois, yaitu kepedulian eksklusif terhadap kepentingan diri sendiri1, sekarang telah dibuktikan oleh penelitian Jakob Nielsen2. Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa ketika sedang berselancar di internet, orang menjadi tidak mengenal belas kasihan, tidak sabaran, dan mementingkan diri sendiri. Menurutnya pula, orang akan menjadi kurang sabar saat mereka sedang online.
Pantesan kalo YM ga segera ditanggepi biasane do nge-bazz nge-buzz.
Eh, tapi setelah masuk psikologi, saya mulai belajar menerima semua orang apa adanya …
–DaFiTawON—
——————————————————————————————————————————————
1 Chapter 10. Baron, R.A. & Byrne, D.E. 1998. Social psychology: understanding human interaction.
Boston, MA: Allyn & Bacon.
2http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/27/time/074821/idnews/945504/idkanal/398






orang yang dimaksud siapa ya?? kok rasa-rasanya kenal..
Wah jadi ngerasa
Sebuah pembelaan:
Berhubung yang nulis orang psikologi saya coba menanggapi dengan jalan psikologi juga , CMIIW
Kenapa “sik sik”, hal ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada orang yang sedang fokus melakukan kegiatan dengan komputer tapi juga terjadi kala kita sedang berkonsentrasi melakukan pekerjaan lain. Hal tersebut akan terjadi pada orang yang tidak ingin dialihkan konsentrasinya.
Kalo soal eksklusif nggak tau juga ya, cuma kalo sulit berkomunikasi memang terkadang ada kendala tapi ini bisa ditanggulangi, caranya adalah dengan menyamakan “frekuensi”, dalam hal apa pun kalo kita ngobrol sama orang yang interest gelombang otaknya berbeda akan sering terjadi gap/ketidak nyambungan, apalagi orang yang biasa nge-net cenderung lebih terbiasa menerima perubahan dengan cepat sehingga terkadang pikiran lebih cepat dari ucapan. So intinya adalah ilmu menyamakan “frekuensi” dan ini harus dilatih.
Kalo orang YM nggak dibalez nge-buz itu karena YM kasih fitur Buz
, lagian orang nya males lihat billing or pulsa terus berputar.
Salam Sukses!
wah.. wah.. rodo tersungging niy..
nek egois mungkin saya juga termasuk orang yang egois.. tapi merasa membutuhkan orang-orang sekitar..
masih suka guyub n bantu-bantu di Cemara juga..
nek masalah ajar-mengajat, orang IT tu cendrung belajar secara otodidak.. suka trial and eror jadi nek disuruh ngajarin orang suka angel.. nek kowe kon ngajari aku, paling kata-kata yang sering ku ucapkan adalah “dicobo wae”…
Hmm….kayaknya tidak semua lho…..
tak semuanya..
Mas Raf’ie siapa ya?
Mas Gugus: he he
Canggih dan Nopren: iya ga semua …
walah koe gek OL, ya Fir? TT
malah jadi kaya chating kie. . .
yup,
thx man bisa buat bahan refleksi
pernah si punya pengalaman ngajarin temen gitu, dulu pernah agak nggak sabaran gitu, skr sudah menyadari kesalahan insyaAllah:P
stuju ama nopren dah, belajar IT tu enak otodidak dengan rasa curious tinggi dan minat mencoba2 yg besar,,