suaRa taNGIsan “ [hAntU] peRemPuaN mERbaBU”

Sebenarnya kejadian ini sudah lama terjadi, yaitu ketika saya masih duduk di kelas X SMA 1 Yogyakarta. Namun, karena tingginya minat pengunjung blog ini tentang cerita berbau metafisik, maka saya akan menceritakan peristiwa nyata yang benar-benar saya alami ketika saya naik Gunung Merbabu bersama teman-teman THA (Teladan Hiking Association).

Waktu itu, jumlah orang yang berangkat tergolong banyak, kalau tidak salah ada 21 orang yang terdiri dari 5 orang kelas XI, serta 16 orang kelas X. Sementara itu, yang berpengalaman hanya ada dua orang saja.

Semenjak awal turun dari bus untuk jalan kaki menuju base camp, beberapa teman-teman (maaf, terutama yang perempuan) sudah mulai menunjukkan gejala lemah, letih, dan lesu yang beresiko menimbulkan penyakit mutung. Ya, bila dibandingkan dengan pos pemberangkatan di Selo, pos pemberangkatan di Wekas bisa dikatakan jauh dari tempat pemberhentian bus.

Akhirnya, sekitar menjelang maghrib, kita satu tim sudah berkumpul di base camp. Karena waktu yang nanggung, maka ketua tim, Kak Af… memutuskan untuk memulai pendakian setelah shalat Isya’.
Singkat cerita, perjalanan pun dimulai. Awalnya tidak ada apa-apa dengan tim. Semuanya berjalan lancar; senang riang bercerita, bernyanyi, dan bercanda. Tapi, sekitar 1/3 perjalanan, gejala 3L (lemah, letih, lesu) kembali muncul. Kali ini benar-benar berisiko mutung. Bahkan, kata-kata sangat loyo sudah diekpresikan oleh para penderitanya. Sampai-sampai hampir semua teman terkena imbas serangan loyo tersebut.
Di suatu belokan yang ada tempat cukup datar, bebarengan dengan terlihatnya seberkas bayangan perempuan yang sedang jongkok menundukkan kepalanya, terdengar suara tangisan, sangat jelas sekali. Kemudian suara itu menghilang sejenak bersama berhembusnya sebuah angin dingin. Kemudian, untuk yang kedua kalinya suara itu terdengar lagi, sangat jelas pula. Saya yang termasuk rombongan belakang yang juga mendengar tangisan tersebut, seketika itu merasa (maaf) agak mangkel. Pasalnya, saya mengira salah seorang teman saya yang sakit itu menangis. Bukankah dengan menangis, capek dan sakit itu tidak akan hilang? Justru dengan menangis bisa membuat teman-teman yang lain jadi down.

Belum, sempat saya bersuara, teman saya A.. yang ada di belakang saya segera bertanya kepada rombongan depan, “D,,, kowe nangis yo?” Teman saya yang ditanya itu menjawab “Ora” dengan posisi seperti orang ruku’, tidak jongkok.
Langsung rombongan belakang jadi kacau dan menggerombol, mereka merinding dan saling bertanya, “Suara apa mau?” Saya, yang sebenarnya juga merinding dan berpikiran itu adalah suara dan bayangan makhluk lain, tetap berusaha meyakinkan diri bahwa itu suara tangisan manusia. Saya menduga itu adalah tangisan teman saya, mYu, yang juga dalam keadaan loyo. Namun, karena suasananya seperti itu, saya belum sempat mengkonfirmasi kepada mYu langsung.

Sebelum tidur di camp, saya dan beberapa teman masih membahas dan berdebat tentang suara siapa tangisan tadi. O, ya pembicaraan kami ini tanpa saya ketahui ternyata juga didengarkan teman satu tim lainnya yang juga belum tidur dan tadi tidak mendengar. Mereka jadi ikutan merinding.

Paginya, saya langsung menemui mYu dan bertanya padanya, “apakah tadi malam menangis?” Dengan jelas dan tegas ia jawab tidak. Barulah, saat itu saya setuju dengan pendapat teman-teman saya bahwa itu bukanlah suara manusia.

–DaFiTawON–

14 Responses to “suaRa taNGIsan “ [hAntU] peRemPuaN mERbaBU””


  1. 1 YoHang Mei 2, 2008 pukul 12:43 am

    Awas kowe mbiyen nek cerito koyo ngene sakdurung pendakian massal teladan 2007 (wis arep setahun ki). Lha wong pemula-pemula iki mambu kembang wae wis do merinding. Untung mbiyen aku yo ra mambu kembange kuwi. :D

    Tapi sing paling medeni malah, begal. Bengi-bengi gerimis angin banter koyo ngono, sopo ngono sing arep mbegal. Sing arep dibegal wae wis do mati rasa kademen. :(

    Btw, baru wae, ono sing ilang neng Merbabu tho?

  2. 3 chuanwei Mei 2, 2008 pukul 6:37 am

    ========
    ========

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: http://www.leoxa.com/
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ========
    ========
    rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren

  3. 4 poethree Mei 2, 2008 pukul 11:04 am

    eh waktu di wisma puas kaliurang itu juga ada sosok aneh di kelompok “c” yg lagi bwat hasta karya lho, lihat aja di album ksai al-uswah sosoknya putih lihat aja sendiri! apa jangan jangan mas dayat yang kurang profesional fotonya?

  4. 5 dafitawon Mei 2, 2008 pukul 6:13 pm

    yoga:

    yup, mereka tersesat di hutan selama berapa ya ane lupa. tapi semuanya bisa kembali dengan selamat. mereka menghindari badai yog, yang kita kemarin ketemu itu lho

    poethree

    mungkin mas dayat yang belum profe kali dek , he he he

  5. 6 dzikrina ana Mei 2, 2008 pukul 8:01 pm

    wah, dadi pengen mungguh, sayang aq bukan anak THA :D

  6. 7 YoHang Mei 3, 2008 pukul 8:04 pm

    Woro-woro, weblog saya pindah rumah (sekali lagi). Update link di blogmu ke http://yohang.web.id dan Semangka! :)

  7. 8 rejalmaghrum Mei 4, 2008 pukul 5:48 am

    Hwahahaha… sebenernya… ana yang nangis disana…
    hwehehehehe…

    medeni ra ?

  8. 9 fajarbs Mei 5, 2008 pukul 11:56 am

    wah untungnya belum pernah ngalami kayak gitu,,,,hehehe,

  9. 10 dafitawon Mei 5, 2008 pukul 6:41 pm

    rejalmaghrum: ternyata… jangan-jangan?

    fajarbs: kepengen po jar?

  10. 11 egadioniputri Mei 7, 2008 pukul 12:48 pm

    Firman, blog-mu kok bilingual seh..(baca: Indonesia-Jawa). Mbok ya di-translate ke bahasa nasional (baca: Indonesia) semua biar nggak mbingungi..(haduh, padahal ini juga bahasa Jawa :P)…Makasih buat pujiannya di blogku. Hehehe. Alhamdulillah…keep writing ya, Akhi! :)

  11. 12 dafitawon Mei 7, 2008 pukul 9:44 pm

    Ega: oke deh ya ukhti …

    he he he

  12. 13 zhen ji September 22, 2009 pukul 12:49 pm

    aaa…..!!!! itu pasti kuntilanak yg sdng cari anak untuk di makanmaka dari itu kuntilanak sering disebut2 suka nyulik anak orang trus dimakan dech tp jbg takut klo kalian dah gede ga bakal doyan tu kuntilanak cozz dagiang kalian pada alot….hehehe….!!!

  13. 14 zhen ji September 22, 2009 pukul 12:51 pm

    aaa…..!!!! itu pasti kuntilanak yg sdng cari anak untuk di makan maka dari itu kuntilanak sering disebut2 suka nyulik anak orang trus dimakan dech tp jng takut klo kalian dah gede ga bakal doyan tu kuntilanak cozz dagiang kalian pada alot….hehehe….!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

My Photo

skema perubahan

untuk diupload firman sakit yang kedua

DSC00006

DSC00008

firman sakit untuk diupload

More Photos
who's online
Palestine Blogs - The Gazette

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: